• Berita

    BRMS Melunasi Tagihan Credit Suisse

    Isu utang dalam tubuh Grup Bakrie satu per satu mulai terurai. Kini, giliran PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang telah melunasi kewajibannya senilai sekitar US$ 100 juta kepada Credit Suisse. Herwin Hidayat, Direktur & Investor Relations BRMS, memastikan, proses pelunasannya sudah tuntas. “Saham Dairi harus lepas dari jaminan sebelum terjadi transfer kepemilikan ke NFC,” terang Herwin, Senin (24/9). Sedikit menengok ke belakang, BRMS memperoleh pinjaman US$ 110 juta dari Credit Suisse pada 2012. Sebagian saham PT Dairi Prima Mineral menjadi jaminannya. Sejatinya, pinjaman ini jatuh tempo paling lambat 19 September 2013. Namun, pinjaman tersebut justru beberapa kali direstrukturisasi, hingga pada akhirnya baru akan jatuh tempo pada Desember 2018. Lalu,…

  • Bisnis

    Investor Memburu Aset Yang Lebih Aman

    Potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada pekan ini memicu investor untuk beralih ke aset yang lebih aman. Kecenderungan ini akan menggeser bursa saham yang telah menjadi idola investor selama satu dekade terakhir. Aset lebih minim risiko, seperti obligasi, akan menjadi alternatif paling menarik. Selama pasar bullish pada Agustus kemarin di tengah suku bunga acuan rendah, membuat sebagian besar aset fixed income, kecuali surat utang yang berbunga tinggi, menghasilkan return minimal. Hal ini telah mendorong investor beralih ke saham yang lebih mendatangkan yield. “Salah satu pengaruh besar di pasar selama satu dekade terakhir adalah obligasi sebagai instrumen alternatif kini memiliki ketersediaan melimpah di pasar,” kata Jack Ablin, kepala investasi…

  • Berita

    Defisit Transaksi CAD Kuartal III Belum Banyak Perubahan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) kuartal III-2018 belum banyak berubah. Pasalya, beberapa upaya kebijakan pemerintah untuk menekan defisit baru jalan sejak September 2018. “Kami sudah melihat bahwa untuk kuartal ketiga current account de?cit-nya masih belum menurun,” tandas Menkeu Sri Mulyani, Senin (24/9). Sebagai gambaran, Bank Indonesia mencatat nilai defisit neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2018 mencapai US$ 8 miliar. Angka ini tertinggi sejak kuartal II-2014. Sementara itu, neraca perdagangan Juli dan Agustus juga masih mencatat defisit masing-masing sebesar US$ 2,03 miliar dan US$ 1,02 miliar. Hal inilah yang membuat kondisi neraca transaksi berjalan tak banyak berubah. Menkeu menyebut pemerintah telah…