• Berita

    TPIA : Pendapatan Harus Tumbuh 8% di 2019

    Masa-masa mencari sumber pendanaan nominam besar untuk ekspansi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah berakhir. Sekarang, saatnya mulai memetik hasil awal dari ekspansi tersebut. Direktur TPIA Suryandi menjelaskan, perusahaan ini selalu memakai basis pertumbuhan ekonomi untuk menghitung pertumbuhan pendapatan dari segmen produk polietilena dan polipropilena. Asumsinya, perekonomian tumbuh sekitar 5% tahun depan. “Maka pertumbuhan keduanya sekitar 7% hingga 8%,” ujar Suryandi akhir pekan lalu, Jumat (23/9). Asal tahu saja, polietilena dan polipropilena merupakan bahan baku di industri plastik. Keduanya merupakan produk utama TPIA. Hal itu tercermin dari dominasi kedua produk tersebut terhadap total pendapatan penjualan perusahaan di pasar domestik. Di semester I2018, pendapatan dua produk ini tercatat sebesar US$…

  • Berita

    Proyek Listrik 35000 MW Kembali Dilanjutkan

    Para investor listrik kini bisa berlega hati. Pemerintah membatalkan kebijakan penundaan proyek pembangkit listrik sebesar 15.200 megawatt (MW). Beberapa bulan yang lalu, pemerintah mengumumkan untuk menunda proyek senesar itu guna menurunkan defisit neraca dagang alias current account deficit (CAD). Hanya, protes keras pengusaha mengular membuat pemerintah melunak dengan memutuskan hanya menunda proyek listrik sebeesar 4.640 MW. Kabar terbaru yang sampai ke berbagai media, seluruh proyek listrik akan dilanjutkan, baik proyek yang belum ? nancial close maupun dalam proses konstruksi. Artinya mega proyek listrik sebesar 35.000 MW berlanjut. Direktur Jenderal Ketena- galistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Andy Noorsaman Sommeng menegaskan, kemungkinan semua proyek listrik akan berlanjut. Ini dengan mempertimbangkan…

  • Berita,  Keuangan

    Pasar Saham dan Keuangan Mulai Membaik

    Mulai pekan ini, perang dagang antara dua kekuatan ekonomi dunia, Amerika Serikat vs China, resmi berkobar. Terlepas dari panasnya kobaran perang antar adidaya itu, periode trade war ini justru menghilangkan satu ketidakpastian yang selama ini membayangi pasar global. Pun secara umum, ketidakpastian di pasar keuangan berangsur-angsur turun pada pekan ini. Sebab, The Fed akan menaikkan suku bunga pada rapat pekan ini, dan masih menyisakan satu kali lagi pada Desember nanti. Memang, di dalam negeri masih ada sentimen tahun politik. Tapi, pelaku pasar yakin, kampanye akan berjalan tenang dan lancar. Itu sebabnya, pasar disinyalir lebih tenang di kuartal terakhir ini. Head of LOTS Services Lotus Andalan Sekuritas Krishna Dwi Setiawan menilai,…

  • Berita,  Kesehatan

    Asuransi Jiwa Semakin Diminati Berkat Inovasi Produk

    Bisnis asuransi jiwa syariah diprediksi masih tumbuh di tahun ini. Sejumlah perusahaan mengembangkan produk yang inovatif guna memacu pendapatan premi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Juli 2018, kontribusi bruto asuransi jiwa syariah naik 35,33% year on year menjadi Rp 7,89 triliun. Sementara kontribusi bruto asuransi umum syariah turun tipis jadi Rp 1,05 triliun. “Hal ini karena produk asuransi jiwa syariah lebih banyak berkembang dibanding yang umum syariah,” kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Ahmad Sya’roni. AASI optimistis, sampai akhir tahun ini produk yang menyasar kalangan individu akan tumbuh tinggi, seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap produk unitlink syariah. Penetrasi asuransi syariah pun diharapkan meningkat. “Saat ini penetrasi…

  • Berita

    Ironi Persoalan Defisit BPJS Kesehatan

    Defisit terus menghantui keuangan BPJS Kesehatan. Solusi yang diambil peme- rintah sangat lambat hingga defisit sudah semakin melebar hingga mengganggu operasional fasilitas kesehatan. Pihak rumah sakit mulai kelimpungan karena tunggakan belum dibayar. Akibatnya, mutu pelayanan kesehatan rakyat makin terpuruk. Langkah Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pemanfaatan cukai rokok dari daerah untuk menutup defisit keuangan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak efektif untuk mengatasi masalah defisit. Adapun mekanisme penerapan kebijakan itu, dari 50% penerimaan pajak rokok daerah, 75% untuk menutup defisit BPJS Kesehatan juga belum ada kepastian seberapa besar angkanya. Perpres tersebut justru membuka persoalan baru terkait dengan melemahnya komitmen negara tentang bahaya merokok dan usaha…

  • Berita

    Daftar Tagihan Utang ke AISA Diluar Dugaan

    Bak cerita bersambung, kasus restrukturisasi utang lewat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atas empat entitas anak PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) terus menyuguhkan kejutan. Yang terbaru nilai tagihan dari AISA melambung. Adapun da l am proses PKPU, tagihan membesar lantaran datang dari perusahaan terafilisasi. Kedok itu terbuka pasca permohonan PKPU oleh PT Hardo Soloplast dengan no perkara 15/Pdt.SusPKPU/2018/PN Niaga Smg dikabulkan 9 Agustus 2018 lalu. Permohonan ini melibatkan empat entitas anak usaha AISA yakni PT Sukses Abadi Karya Inti; PT Dunia Pangan; PT Jatisari Srirejeki; dan PT Indo Beras Unggul. Padahal, dalam permohonannya, Hardo Soloplast hanya menagih utang ke Sukses Abadi Rp 46,5 juta dari utang produksi karung…

  • Berita

    IDI Mengusulkan Premi BPJS Dinaikan

    Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai dana talangan pemerintah tak menyelesaikan de?sit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pun halnya alokasi pajak rokok untuk menambal de?sit institusi ini, tak memberikan solusi untuk jangka panjang. Untuk itu, IDI mengusulkan pemerintah menaikkan tarif premi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi non Penerima Bantuan Iuran (PBI). “Pemerintah harus mencari penyelesaian masalah de?sit yang tetap,” kata Ilham Oetama Marsis, Ketua IDI di Kantor Presiden usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (24/9). Pertimbangan rekomendasi IDI, mayoritas peserta non PBI atau mandiri adalah orang yang yang berkecukupan, sehingga tak akan ada masalah bila premi ini dinaikkan. “Jadi, selama ini masyarakat berkecukupan mendapatkan premi yang sama dengan masyarakat…

  • Berita

    Harga Kelapa Sawit Petani Non-Plasma Dinilai Terlalu Murah

    Petani kelapa sawit non-plasma (swadaya) menilai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8/2018 tentang Moratorium dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit tidak menyentuh persoalan yang sedang dihadapi petani kelapa sawit. Sebab, Inpres Moratorium hanya mengatur perizinan dan pembenahan hak petani plasma. Salah satu persoalan yang membelit petani sawit swadaya saat ini adalah harga Tandan Buah Segar (TBS) yang rendah. Penyebabnya, pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) tidak membeli TBS petani swadaya. Petani swadaya menjual murah TBS ke tengkulak berkisar Rp 600-Rp 900 per kilogram (kg). Harga tersebut jauh lebih rendah di bawah rata-rata TBS petani plasma yang saat ini dihargai sekitar Rp 1.400 per kg. Karena itu, petani sawit swadaya mendesak pemerintah mencari…

  • Berita

    Setoran Dividen di BEI Terpantau Naik

    Setoran dividen emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren kenaikan. Lihat saja, jumlah dividen yang dibagikan dari laba 2017, yang mencapai Rp 137,7 triliun, meningkat 14,5% year on year (yoy). Khusus emiten badan usaha milik negara (BUMN), ditargetkan besaran dividen tahun buku 2018 yang akan dibagikan kepada pemegang saham bakal lebih besar. Pemerintah mematok emiten pelat merah bisa menyetor dividen sebesar Rp 45,6 triliun, naik dari dividen tahun buku 2017 sejumlah Rp 43 triliun Tren peningkatan jumlah dividen ini bisa dimanfaatkan oleh investor jangka panjang yang mengincar dividen. Namun, Teuku Hendry Andrean, Research Manager Shinhan Sekuritas Indonesia, menyebut, investor perlu memperhatikan sejumlah faktor sebelum memilih saham pembagi dividen. “Investor…

  • Berita

    Dana ANTM Cair Senilai US$57 Juta

    PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut menikmati pencairan dana atas divestasi PT Dairi Prima Mineral (DPM). Emiten pelat merah ini mengantongi duit segar US$ 57,24 juta dari penutupan transaksi (? nancial closing) yang juga melibatkan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan NFC China itu. ANTM bersama BRMS meneken perjanjian jual beli bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA) saham Dairi Prima pada akhir 2017. Perjanjiannya berisi soal pengalihan 20.000 saham Seri A dan 33,58 juta saham Seri B atau 20% kepemilikan saham DPM di ANTM ke BRMS. “Akhir pekan lalu dananya sudah cair,” ujar Direktur Utama ANTM Arie Prabowo Ariotedjo, Senin (24/9). Namun, sejak awal perjanjian sudah ditetapkan, ANTM…